Abaikan Undangan RDP, DPRD Kolaka Sesalkan Sikap PT AMI

Kolaka, JurnalSultra.com – Pihak manajemen PT Akar Mas Internasional (AMI) kembali membuat kesal jajaran DPRD Kolaka. Perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Pomalaa tersebut kembali tidak mengutus perwakilannya pada rapat dengar pendapat (RDP) yang diagendakan Ketua DPRD Kolaka, Syaifullah Halik, menyayangkan sikap pihak PT AMI yang enggan menghadiri RDP. Dengan ketidakhadiran perusahaan tambang tersebut, maka tuntutan para demonstran belum terjawab.

“Kami sudah mengirimkan undangan tapi pihak PT AMI tidak hadir. Harusnya mereka datang dan memberikan penjelasan kepada pihak yang selama ini mempertanyakan proses kegiatan mereka. Sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut. Agenda kami di DPRD juga banyak yang harus diselesaikan,” sesalnya, kemarin, Selasa (02/2/21).

Legislator Partai Gerindra tersebut mengungkapkan, pihaknya sudah tiga kali mengagendakan RDP dengan PT AMI. Namun, PT AMI hanya mengirimkan perwakilannya di pertemuan pertama.

“Pada pertemuan pertama jawaban mereka belum memuaskan. Sehingga diagendakan lagi RDP. Tapi pada pertemuan kedua mereka (PT AMI) tidak hadir. Olehnya itu kami agendakan lagi hari ini tapi mereka tak datang juga. Jadi sudah dua kali mereka tidak menghadiri undangan RDP,” ujarnya. Syaifullah menyarankan kepada para demonstran untuk membuat surat yang ditembuskan ke DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus meminta untuk difasilitasi pertemuan. “Kami tidak lagi mengagendakan RDP dengan PT AMI di DPRD Kolaka. Kami arahkan ke Provinsi,” tuturnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu sekelompok massa melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kolaka. Dalam orasinya, massa meminta agar aktivitas penambangan PT Akar Mas Internasional bersama mitranya yang dilakukan di Kecamatan Pomalaa segera dihentikan karena diduga melanggar aturan. Perusahaan tersebut diduga tak memiliki izin penggunaan jalan nasional dan izin penggunaan terminal khusus. Selain itu, massa juga mempertanyakan keberadaan IUP dan Amdal perusahaan tersebut.

Red/Andi Hendra

Tinggalkan Balasan