ANTAM Mencatat Kinerja Positif Triwulan Pertama Tahun 2022 dengan Laba Rp1,47 Triliun

Kinerja Produksi dan Penjualan Komoditas ANTAM 1Q22

Pada tahun 2022, ANTAM berfokus pada strategi untuk mengembangkan basis pelanggan di dalam negeri, terutama pemasaran produk emas, bijih nikel dan bauksit ANTAM, seiring dengan pertumbuhan tingkat penyerapan pasar dalam negeri.

Pada 1Q22, total penjualan bersih ANTAM tercatat sebesar Rp9,75 triliun, meningkat 6% dibandingkan periode 1Q21 sebesar Rp9,21 triliun. Penjualan bersih domestik menjadi penyumbang capaian yang dominan sebesar Rp7,42 triliun atau 76% dari total penjualan bersih ANTAM pada 1Q22.

Berdasarkan segmentasi komoditas, penjualan emas menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan bersih sebesar Rp5,88 triliun (60%), disusul feronikel yang mencatatkan penjualan sebesar Rp1,86 triliun (19%), bijih nikel sebesar Rp1,62 triliun (17%), serta segmen bauksit dan alumina sebesar Rp299,40 miliar (3%).

Sementara itu pada periode 1Q22 ANTAM mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 370 kg (11.896 troy oz), tumbuh 28% dari tingkat produksi emas pada 1Q21 sebesar 290 kg (9.323 troy oz). Pada tahun 2022, ANTAM kembali berfokus dalam pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri.

Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik. Kinerja penjualan emas ANTAM pada 1Q22 mencapai 6.575 kg (211.391 troy oz).

Untuk memperluas akses kepada konsumen, pada bulan Februari 2022, ANTAM resmi melakukan penjualan produk Logam Mulia pada platform marketplace Tokopedia melalui akun “Butik Emas ANTAM Official” disamping penjualan online melalui website resmi www.logammulia.com. 

Melalui pengembangan layanan penjualan berbasis aplikasi teknologi informasi, diharapkan akan meningkatkan kemudahan bagi para pelanggan untuk bertransaksi produk-produk Logam Mulia ANTAM. Selain mekanisme transaksi online, produk Logam Mulia ANTAM tersedia pada jaringan Butik Emas Logam Mulia yang tersebar di 11 kota di Indonesia dan kegiatan pameran di beberapa lokasi. ANTAM menjalankan kegiatan operasi dan penjualan dengan penerapan protokol kesehatan yang tepat dan konsisten.

Sepanjang periode 1Q22, segmen nikel ANTAM mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Volume produksi feronikel ANTAM pada 1Q22 tercatat sebesar 5.681 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan tingkat penjualan feronikel sebesar 5.660 TNi. Nilai penjualan feronikel pada 1Q22 sebesar Rp1,86 triliun, naik 51% dibandingkan periode 1Q21 sebesar Rp1,23 triliun.

Sementara itu untuk komoditas bijih nikel, pada 1Q22 volume produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku feronikel ANTAM dan penjualan kepada pelanggan domestik tercatat sebesar 2,92 juta wet metric ton (wmt), meningkat 11% dibandingkan 1Q21 sebesar 2,64 juta wmt. Sedangkan volume penjualan bijih nikel ke pasar domestik mencapai 2,33 juta wmt pada 1Q22, tumbuh 46% dari capaian volume penjualan 1Q21 sebesar 1,60 juta wmt.

Untuk bauksit, pada 1Q22 ANTAM mencatatkan volume produksi bauksit yang digunakan sebagai bahan baku bijih pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) serta penjualan kepada pihak ketiga sebesar 469.332 wmt dengan capaian total volume penjualan bauksit mencapai 102.373 wmt. Pada tahun 2022, selain penjualan ekspor, Perusahaan berfokus pula dalam pengembangan pernjualan bauksit di dalam negeri. Sementara itu volume produksi produk alumina pada 1Q22 mencapai 33.830 ton alumina tumbuh 121% dari volume produksi 1Q21 sebesar 15.315 ton alumina. Volume penjualan produk alumina pada 1Q22 mencapai 34.822 ton alumina relatif stabil dibandingkan volume penjualan 1Q21 sebesar 34.314 ton alumina.

Tinggalkan Balasan