Berikut Cara Lengkap Lapor SPT Tahunan Pribadi Secara Online

Kolaka, JurnalSultra.com – Cara lengkap lapor SPT Tahunan dapat dilakukan online melalui situs Pajak.go.id atau datang ke kantor pajak terdekat. Batas waktu lapor SPT Tahunan untuk PPh Orang Pribadi adalah 31 Maret setiap tahunnya.

Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Penjelasannya Wajib Pajak diwajibkan untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yaitu nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Baca juga: Cara Lapor SPT Tahunan Badan

Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) UU No. 6 Tahun 1983 menyebutkan bahwa Wajib Pajak wajib mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) dengan benar, lengkap, dan jelas. Apabila seseorang terdaftar sebagai Wajib Pajak dan memiliki NPWP, maka mereka memiliki kewajiban untuk lapor SPT tahunan.

Berikut Cara Lapor SPT Tahunan melalui Online:

  1. Buka situs https://www.pajak.go.id/
  2. Pilih opsi “Login” pada pojok kanan atas.
  3. Isi NPWP dan kata sandi lalu klik “Login”. Untuk lapor pajak, pilih menu “Lapor”.
  4. Pilih opsi “Layanan e-Filing”.
  5. Pilih “Buat SPT”.
  6. Ikuti panduan yang diberikan, termasuk menjawab pertanyaan.
  7. Pada pertanyaan terakhir, ada pilihan isi Formulir 1770 S, pilih formulir “Dengan Bentuk Formulir” Gunakan opsi “Dengan Panduan” untuk mempermudah pengisian.
  8. Tekan tombol SPT 1770 S dengan formulir.
  9. Isi formulir sesuai tahun pajak, status SPT, dan pembetulan (jika ada kesalahan pada SPT Tahunan sebelumnya).
  10. Klik “Langkah selanjutnya”.
  11. Sistem akan mendeteksi secara otomatis apabila ada data pembayaran pajak dari pihak ketiga (perusahaan pemberi kerja) Pilih “Ya” jika data sudah benar.
  12. Atau pilih “Tidak” jika ingin menggunakan bukti potong yang sudah diterima dari perusahaan dengan mengisi pada bagian A lampiran penghasilan final.
  13. Jika ada bukti potong yang belum terinput, klik “Tambah”.
  14. Isi data dengan lengkap.
  15. Pada bagian B, laporkan harta yang dimiliki. Laporan dapat berisi harta yang dilaporkan tahun lalu atau diperbarui jika ada penambahan.
  16. Pada bagian C, isi utang pada akhir tahun lalu. Klik “Tambah” jika ada utang baru.
  17. Pada bagian D, isi daftar anggota keluarga.
  18. Pada lampiran 1 Bagian A, isi dengan penghasilan neto dalam negeri yang bukan final, seperti bunga, royalti, sewa, dan sebagainya pada Bagian B, isi dengan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak.
  19. Bagian C isi data daftar pemotongan atau pemungutan PPh dari bukti potong yang diberikan tempat kerja.
  20. Lengkapi data yang bersumber dari bukti potong, seperti jenis pajak, NPWP pemotong pajak (NPWP perusahaan), nomor bukti potong, tanggal bukti pemotongan, dan jumlah PPh yang dipotong.
  21. Klik langkah berikutnya. Pada kolom identitas, isi status perkawinan, kewajiban pajak, dan NPWP suami/istri.
  22. Di bagian A penghasilan neto, isi dengan penghasilan neto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, penghasilan neto dalam negeri lainnya, dan penghasilan neto luar negeri.
  23. Jika terdapat pembayaran zakat pada lembaga resmi, isi jumlah uangnya.
  24. Di bagian B, isi status perkawinan dan jumlah tanggungan.
  25. Isi bagian C jika terdapat penghasilan dari luar negeri
  26. Isi bagian D jika pernah membayar angsuran PPh 25.
  27. Dibagian E, akan tampak status SPT apakah nihil, kurang bayar, atau lebih bayar.
  28. Jika SPT nihil, klik “Lanjut F”.
  29. Jika kurang bayar, maka muncul pertanyaan lanjutan. Jika belum bayar, sistem akan melanjutkan ke e-billing. Muncul halaman pernyataan.
  30. Centang setuju jika data sudah benar.
  31. Minta kode verifikasi untuk pengiriman EFIN melalui email yang terdaftar.
  32. Kirim SPT dengan mengisikan kode verifikasi yang diterima.
  33. Notifikasi status e-SPT dan Bukti Penerimaan Elektronik akan dikirim melalui email  yang sudah didaftarkan.

Demikian cara lapor SPT Tahunan melalui situs resmi Direktorat Jenderal Pajak. Selain itu, lapor SPT juga dapat dilakukan melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat.

Tinggalkan Balasan