Diduga Langgar GSB dan Izin TDG, LSM WRI Laporkan Toko Tunas Tanggetada ke Instansi Terkait

Kolaka, JurnalSultra.com – Sebuah bangunan gudang semen milik toko tunas Tanggetada yang berada sekitar 4 meter dari jalan raya di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, diduga telah melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan tidak memiliki izin Tanda Daftar Gudang (TDG).

Hal tersebut, diungkapkan oleh Ketua Umum DPP Lsm WRI Sultra, Amir Kaharuddin. Menurutnya bangunan toko tunas Tanggetada tersebut yang dijadikan sebagai gudang penyimpangan semen, dan melakukan aktivitas bongkar muat puluhan semen, itu sangat mengganggu pengguna jalan umum, dan rawan akan terjadinya kecelakaan.

Olehnya itu, ia sangat meyakini jika bangunan tersebut disinyalir melanggar Aturan GSB sebagaimana yang dijelaskan bahwa batasan atau patokan untuk mengukur besar GSB adalah as jalan, tepi sungai, tepi pantai, jalan kereta api, dan/atau jaringan tegangan tinggi. Sehingga jika bangunan berada di pinggir jalan, maka garis sempadan diukur dari as jalan sampai bangunan terluar di lahan tanah yang dikuasai.

“GSB dibuat agar setiap orang tidak semaunya dalam membangun. Selain itu GSB juga berfungsi agar tercipta lingkungan pemukiman yang aman dan rapi. Membangun sebuah bangunan ibarat kita menyeberang jalan. Harus melihat kiri dan kanan agar selamat. Demikian juga dalam membangun, banyak aspek “kiri-kanan” yang perlu diperhatikan agar calon penghuni selamat,” kata Amir, Minggu (25/4/21).

Tinggalkan Balasan