Gelisah Dengan Janji Caleg, Forum Komunikasi Pemuda Sultra Aktif Berikan Edukasi Pada Masyarakat

Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuda Sulawesi Tenggara (FKP Sultra)

Kendari, JurnalSultra.com – Peran pemuda dalam ajang pemilu 2024 semakin mendapat sorotan, di mana mereka merasa resah dengan janji-janji politik yang kerap tidak terealisasi. Pemuda Sulawesi Tenggara, yang ingin melihat perubahan nyata, semakin bersemangat untuk turun tangan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi diam dalam menghadapi persoalan politik di negara ini.

Politik tidak hanya menjadi wadah untuk memperkuat dan mempersatukan, tetapi juga merupakan sarana yang paling efektif untuk mewujudkan janji-janji kemerdekaan Republik Indonesia, terutama di Sulawesi Tenggara. Peran pemuda dalam perubahan sangatlah penting, karena mereka memiliki kekuatan dan semangat yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan positif.

“Masyarakat Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya berharap pada perubahan, tetapi juga mampu menginisiasi perubahan tersebut,” kata Muh Bayu Pratama, Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuda Sulawesi Tenggara (FKP Sultra).

Sayangnya, saat ini banyak pemuda yang merasa apatis terhadap politik di Indonesia. Mereka kehilangan kepercayaan pada lembaga politik karena kehilangan nasionalisme dan profesionalisme di tubuh birokrasi negara ini. Padahal, politik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Banyak yang menganggap politik sebagai arena yang kotor, ganas, dan jauh dari kebaikan. Nilai-nilai positif yang harusnya muncul dari politik semakin terkikis, sehingga menurunkan kepercayaan masyarakat. Dalam konteks inilah politik di Indonesia memerlukan sosok-sosok yang mampu membuka peluang bagi pemuda untuk berkontribusi, bersuara, dan berperan dalam perubahan yang lebih baik.

“Jika kita melihat dengan seksama, sebagian besar birokrasi didominasi oleh para pihak tua dan minimnya peran pemuda di sana. Tidak akan ada pemuda yang muncul jika tidak diberi kesempatan. Oleh karena itu, marilah kita, sebagai pemuda, ikut berperan dalam politik di Indonesia,” ujarnya.

Meskipun pemuda sudah memiliki peran dalam partisipasi politik melalui batas usia yang ditetapkan, hal itu belum cukup. Ada kemungkinan bahwa pemuda hanya dimanfaatkan oleh sebagian elit partai sebagai alat politik semata. Pandangan politik pemuda seringkali diarahkan pada hal-hal konvensional yang tidak memungkinkan kemajuan. Hal ini semakin memburuk dengan munculnya fenomena kedinastian di dalam partai politik. Oleh karena itu, diperlukan perubahan paradigma terhadap partisipasi politik, yang tidak hanya berkaitan dengan gagasan tentang regenerasi semu, tetapi juga memerlukan perubahan substansial dalam praktik politik itu sendiri.

“Pemuda memiliki energi, semangat, dan ide-ide segar yang dapat membawa perubahan positif dalam politik. Namun, mereka juga harus memiliki pemahaman yang kuat tentang isu-isu politik dan mempelajari mekanisme politik yang berlaku,” Lanjut Muh Bayu Pratama Ketua Umum FKP SULTRA

Pemuda Sulawesi Tenggara, melalui organisasi pemuda dan gerakan-gerakan sosial yang mereka bentuk, semakin giat dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Mereka mengadakan seminar, diskusi, dan kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik di kalangan pemuda dan masyarakat umum.

Dalam menghadapi pemilu 2024, pemuda Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk berperan aktif dalam membentuk masa depan negara. Mereka ingin mengubah citra politik yang negatif dengan memberikan contoh nyata melalui partisipasi politik yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Pemuda-pemuda ini ingin membuktikan bahwa politik bisa menjadi alat yang kuat untuk mencapai perubahan yang positif.

Dengan semangat dan komitmen mereka, pemuda Sulawesi Tenggara berharap agar politisi dan partai politik memberikan perhatian yang serius kepada aspirasi dan kontribusi pemuda. Mereka ingin melihat adanya perubahan nyata dalam pemenuhan janji politik yang diberikan kepada pemuda, sehingga kepercayaan dan partisipasi pemuda dalam politik dapat terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *