oleh

Karyawan PT WIL di Kolaka Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Lokasi IUP PT Akar Mas

Kolaka, JurnalSultra.com – Seorang karyawan PT Wali Inti Lestari (WIL) Yuda alias Buda (42) warga Desa Toari, Kecamatan Toari, tewas tertimbun tanah longsor saat mengawasi exkavator yang melakukan aktivitas produksi ore di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Akar Mas di Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten KolakaSenin (30/05/22)

Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka Aipda Riswandi membenarkan adanya kecelakaan kerja yang dialami salah seorang karyawan  PT Wali Inti Lestari dan meninggal dilokasi Izin Usaha Pertambangan PT Akar Mas pada Senin pagi.

“Pada pukul 09.00 Wita personil Polsek Pomalaa mendapatkan informasi via telpon bahwa telah terjadi kecelakaan kerja di PT. WIL,setelah mendapatkan informasi tidak menunggu lama Kapolsek Pomalaa Iptu Taufik Frida Mustofa, S.trK M.H beserta personil Polsek Pomalaa menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” jelasnya saat dikonfirmasi melalui via whatsApp oleh wartawan media ini.

Lanjutnya, bahwa saat tiba ditempat kejadian, Kapolsek Pomalaa langsung memerintahkan untuk melakukan penggalian atau pencarian korban menggunakan 4 (empat) unit exkavator untuk mengevakuasi korban yang tertimpah tanah longsor.

Kurang lebih 8 jam korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievaluasi oleh Tim inafis Polres Kolaka kemudian korban dibawa ke RS Antam untuk dilakukan autopsi. Setelah dilakkukan autopsi/visum, jenazah Yuda diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan di Desa Toari, Kecamatan Toari, Kabupatan Kolaka.

Aipda Riswandi memaparkan kronologis kejadian yang bermula 5 (lima) orang karyawan PT.WIL bernama Jimmy Tahir, Beta, Tahan, Andi Muhammad Idris bersama korban Yuda sedang mengawas 1 unit excavator yang sedang melakukan produksi ore gatting dan pada saat alat melakukan pekerjaan posisi korban Yuda dan satu orang rekannya duduk dibawah tebing yang berjarak sekitar 20 meter dan tingginya diperkirakan sekitar 17 meter, kemudian tiba-tiba tebing yang ada diatas longsor dan menimpa korban  sedangkan 1 orang rekan korban berhasil menyelamatkan diri.

“Longsor yang terjadi diduga karena kondisi tebing yang tinggi dan tanah yang gembur akibat terkena hujan beberapa hari ini,yang mengakibatkan rawan terjadinya tanah longsor dan terjadinya kecelakaan kerja karena kurang diperhatikannya keselamatan kerja dalam pelaksnaan Kegiatan produksi ore gatting,” tutup Aipda Riswandi.

 Penulis: Awal Fajrin



RajaBackLink.com

Komentar

Tinggalkan Balasan