Kisah Teladan Baginda Nabi Muhammad SAW dengan Pengemis Yahudi yang Buta

JurnalSultra.com – Baginda Nabi Muhammad SAW adalah seorang berhati mulia yang senantiasa lemah lembut pada sesama, bahkan pada seorang yang selalu menghinanya. Dikisahkan dalam sebuah cerita, suatu hari pernah ada seorang pengemis Yahudi buta yang menetap di sebuah pasar di Madinah.

Rasulullah adalah manusia pilihan yang kisah hidupnya menjadi suri teladan umat Islam di seluruh dunia. Di mana semua perkataan dan perbuatan beliau merupakan kebaikan yang membawa petunjuk bagi umat Islam.

Dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 21 ;

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS Al Ahzab : 21).

Lanjut cerita, pengemis tersebut juga selalu berseru sumpah serapah dan menghina nabi di hadapan orang-orang yang lewat di pasar tersebut. “Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila. Dia itu penyihir. Jika kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya,”.

Hari demi hari pengemis Yahudi itu mencela Rasulullah. Kejadian itu terus berlangsung di pojok Pasar Madinah. Sebagai Nabi yang diberi wahyu, Rasulullah tentu tahu apa yang dilakukan pengemis Yahudi buta itu. Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu.

Tinggalkan Balasan