Kurangnya Minat Baca Generasi Z Di Era Digital

Muh Sulfikar

Kolaka, JurnalSultra.com – Pada era ini sungguh sangat sulit untuk membangun semangat membaca buku, terlebih banyaknya godaan atau hambatan yang mengakibatkan munculnya malas membaca buku,Yang di sebabkan biasanya Seperti  handphone, game online dan faktor lingkungan yang kurang mendukung. Namun, harus kita sadari betapa pentingnya budaya memabaca untuk membangun generasi yang lebih baik agar terhindar dari derasnya arus negatif pada era di digital ini.

Di zaman dulu Mohamad Hatta berkata bahwa “saya rela di penjara asalkan bersama dengan buku karena saya merasa bebas dengan adanya buku” Sayangnya tidak semua orang seperti Hatta. Alih-alih merasa bebas dengan adanya buku, mayoritas generasi z saat ini justru merasa dipenjara ketika berada di perpustakaan, benda yang sama, namun memberikan dampak yang sangat berbeda terhadap penggunanya.

Buku adalah sarana tempat kita untuk mampu mengubah perangai,dan pola fikir kita dalam menjalani nilai-nilai kehidupan,Dan sampai kapan kita terjebak dengan ketidak Tahuan…? Seniman Austria perna berkata yaitu Franz Kafka bahwa buku harus menjadi kampak untuk menghancurkan lautan beku dalam diri manusia. Adapun lautan beku yang dimaksud Franz adalah kebodohan manusia. Kebodohan manusia hanya mampu dihancurkan dengan membaca buku.

Hampir semua orang meyakini tentang kebaikan yang dikandung dalam sebuah buku. Tapi, tak sedikit orang yang justru menganggap buku sebagai bacaan membosankan dan tidak menarik. Seringkali mereka lebih betah memandangi layar ponsel mereka selama berjam-jam daripada membaca buku, atau dengan anak muda jaman sekarang yang kecandua game dan gajet yang semakin canggih. Hal ini cukup menjelaskan mengapa buku semakin jauh dari gaya hidup generasi z sekarang ini tentunya2 apalagi dikalangan anak-anak muda.

Menurut analisis KONTAN.CO.ID Minat membaca di Indonesia kini baru mencapai angka 0,01%. Kalau diibaratkan dari seribu orang hanya 1 orang yang hobi membaca. Kurangnya minat membaca, pengetahuan menjadi kurang. Dalam bersosialisasi pun menjadi sulit karena tidak memiliki wawasan yang luas. Akhirnya juga hadi sulit untuk mengembangkan diri; banyak generasi muda yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar dan cenderung egois karena sibuk dengan gawainya. Dampak lainnya ada sulit mendapatkan pekerjaan karena minimnya pengetahuan. Padahal, terkait budaya membaca apalagi di era sekarang ini, mudah sekali kita mendapatkan akses untuk membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar