Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Semantok Karya Abipraya di Nganjuk, Jawa Timur

Jatim, JurnalSultra.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meresmikan bendungan terpanjang se-Asia Tenggara, Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur yang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero). Ditandai dengan pemutaran pintu air dan penandatanganan prasasti oleh Presiden, kehadiran infrastruktur ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan mendorong produksi pertanian semakin baik sehingga mendongkrak kesejahteraan petani. Tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pertanian, namun bendungan ini juga dapat dimanfaatkan untuk pariwisata dan pembangkit listrik.

“Sebelum diresmikan, bendungan ini juga membawa Brantas Abipraya memperoleh piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor Pelaksana Pembangunan Bendungan Terpanjang, yaitu 3.100 meter,” ujar Sugeng Rochadi, Direktur Utama Brantas Abipraya.

Ditambahkan Sugengbicara mengenai klaim bendungan terpanjang, perhitungan tersebut sebenarnya diukur berdasarkan panjang lintasan mercu bendungan, yakni bagian teratas dari tubuh bendung tempat di mana aliran dari hulu dapat mengalir atau melimpah ke hilir.

Bendungan bertipe urugan random tanah tipe zonal dengan inti tegak ini memiliki tinggi 38,5 meter. Nantinya pun bendungan ini memiliki luas area genangan 365 hektar, sehingga nantinya saat musim kemarau bendungan ini dapat menyuplai air. Selain sebagai penyedia air baku sebesar 312 liter per detik, bendungan dengan volume tampung 32,67 juta meter kubik ini dapat memasok air untuk irigasi sawah seluas 1.900 hektar. Jadi masyarakat tak perlu lagi ketakutan akan tertimpa kekeringan di area persawahannya.

Adanya bendungan yang dibangun sejak tahun 2017 ini juga nantinya untuk pemeliharaan sungai di hilir bendungan sebesar 30 liter/detik dan mereduksi banjir 30 persen di Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya.

Presiden pun berharap Bendungan Semantok dapat memberikan manfaat bagi para petani khususnya di Kabupaten Nganjuk. Bendungan Semantok diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian para petani dengan jumlah panen yang lebih tinggi dari biasanya.

“Kita harapkan nantinya dengan bendungan ini, mestinya yang di bawah yang nanti terairi. Kalau biasanya panen sekali bisa panen dua kali. Kalau biasanya panen dua kali bisa panen tiga kali. Biasanya enggak (panen), bisa ditanami padi misalnya, bisa panen dua kali atau tiga kali,” kata Presiden.

Selain Direktur Utama Brantas Abipraya, turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam peresmian Bendungan Semantok yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

“Semoga dengan adanya Bendungan Semantok ini juga dapat mengurangi risiko banjir 137 meter kubik per detik. Semoga masyarakat Nganjuk dan sekitar dapat segera merasakan manfaatnya. Dengan diselesaikannya Bendungan Semantok ini nanti, dapat menambah daftar bendungan karya Brantas Abipraya sebagai champion dalam pembangunan infrastruktur air, khususnya bendungan,” tutup Sugeng.

Tinggalkan Balasan