Ratusan Massa Gabungan 8 Organisasi Tamalaki di Kolaka Demo PT Vale Indonesia

Kolaka, JurnalSultra.com – Ratusan massa gabungan dari delapan organisasi Tamalaki di Kabupaten Kolaka, menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kolaka, pada Kamis (13/7/2023).

Mereka menyoroti Keberadaan PT Vale yang hingga saat ini belum juga melakukan pembangunan pabrik, serta pengalokasian dana CSR yang dinilai tidak memberikan asas manfaat pada masyarakat Kolaka.

Tidak hanya itu, mereka juga menyoroti terkait keberadaan tenaga kerja yang dinilai kurang memperhatikan masyarakat lokal adat Mekongga.

Kordinator Aksi, Jabir dalam orasinya menyampaikan, jika dalam perekrutan tenaga kerja masih didiskriminasi, lebih banyak pekerja dari luar dari pada masyarakat lokal.

Orator lainnya, Sony menyapaikan agar  PT Vale terbuka dengan jumlah atau besaran Dana CSR yang telah disalurkan pada masyarakat Kolaka dan yang telah di kelolah Komite CSR Kolaka. Dan membuat surat atau Memorandum OF Undertanding (MOU) dalam hal komitmen atau keseriusan perusahan untuk membangun pabrik pengolahan atau Smelter, serta terbuka dengan berapa besaran atau presentase jumlah karyawan lokal khusus Masyarakat Adat Mekongga yang telah direkrut sebagai tenaga kerja di perusahan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kolaka, Saifullah Halik yang keluar menemui massa, mengatakan jika pihaknya telah menghadirkan pihak PT Vale untuk dipertemukan langsung dengan para Demonstran terkait dengan apa yang di aspirasikan.

“Kami sudah menghadirkan pihak PT Vale untuk dilakukan diskusi hari ini juga terkait apa yang menjadi aspirasi saudara -saudara,” tuturnya.

Setelah mendengar penyampaian dari ketua DPRD Kolaka, Massa aksi unjuk rasa dipersilahkan masuk ke area gedung DPRD untuk dipertemukan oleh pihak PT Vale. Namun dengan jumlah massa yang begitu banyak, pihak DPRD hanya mempersilahkan lima orang perwakilan dari masing- masing organisasi tamalaki yang dapat masuk di aula DPRD Kolaka, untuk dilakukan rapat dengar pendapat bersama pihak PT Vale.

Dalam rapat dengar pendapat, salah satu perwakilan massa aksi unjuk rasa, Mansiral Usman menyampaikan lima tuntutan yang ditujukan kepada pihak PT Vale.

Dilanjutkan dengan Perwakilan massa aksi unjuk rasa lainnya, Jabir juga menyampaikan terkait Progres Pembangunan Smelter dan tenaga kerja yang ada di PT Vale.

Sementara itu, pihak PT Vale, Hasmir menyampaikan, terkait keseriusan PT Vale untuk membangun pabrik.

Ia menjelaskan, jika tenaga kerja saat ini, diatas 70 persen untuk karyawan lokal, akan tetapi itu masih sedikit pekerjanya, ia berharap di awal tahun 2024, sudah bisa mencapai 1500 tenaga kerja.

Ia menyampaikan tenaga kerja lokal saat ini, ada sekitar 459 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *