Satgas Pamtas Yonif 725/Woroagi Gelar Penyuluhan Terkait Bahaya Narkoba pada Warga di Perbatasan.

Boven, JurnalSultra.com – Guna mencegah peredaran miras dan narkoba, serta meningkatkan kesadaran hukum di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Woroagi yang berada di bawah naungan Komando Korem 174/ATW, Pos Kombut melaksanakan kegiatan Penyuluhan Hukum dan Narkoba yang dilaksanakan di Kampung Kombut, Distrik Kombut, Kab. Boven Digoel, Pada Kamis (22/3/2023).

Dalam penyuluhan tersebut, Pakum Satgas Pamtas Yonif 725/Wrg Letda CHK Muchamad Ridho Arfianto SH. menyampaikan materi tentang larangan miras, Bahaya Narkoba dan KDRT serta tindak pidana di Kampung Kombut.

Peredaran Miras dan Narkoba jenis ganja masih cukup tinggi di wilayah perbatasan RI-PNG, hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang terjaring membawa minuman beralkohol dan Narkoba jenis ganja dari beberapa kegiatan razia/sweeping yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif 725/Wrg.

Dansatgas Pamtas Yonif 725/Woroagi, Letkol Inf Syafruddin Mutasidasi, S.E. mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang telah diprogramkan oleh Satgas Pamtas Yonif 725/Wrg selama melaksanakan penugasan di perbatasan RI-PNG. Menurut Dansatgas bahwa pihaknya berupaya untuk menyadarkan masyarakat akan dampak buruk dari Miras dan Narkoba. “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik aparat maupun masyarakat untuk mencegah peredaran Miras dan Narkoba.”

Dansatgas juga mengharapkan, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta kesadaran akan bahaya Miras dan Narkoba. Menghimbau bagi masyarakat dan orang tua selalu mengawasi dan mendidik anak-anak untuk menjauhi Miras dan Narkoba, karena upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Miras dan Narkoba khususnya pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga.

Bapak Lorens salah satu Linmas masyarakat Kampung Kombut mengucapkan terimakasih dalam kegiatan Penyuluhan Hukum dan Narkoba yang digelar oleh Pakum Satgas Yonif 725/Wrg. Berkat adanya kegiatan tersebut masyarakat jadi memiliki pengetahuan tentang hukum dan bahaya Narkoba, sehingga masyarakat tidak berbuat melanggar hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *