
Jakarta, JurnalSultra.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam periode 21 Januari hingga 22 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Data tersebut dihimpun berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB.
Dalam laporan tersebut, bencana yang terjadi didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, berupa cuaca ekstrem dan angin kencang, yang mengakibatkan kerusakan rumah warga serta berdampak pada puluhan kepala keluarga di berbagai daerah.
Cuaca ekstrem pertama kali dilaporkan terjadi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Rabu (21/1). Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tanah longsor di sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Cikedal, Cadasari, Cipeucang, Pagelaran, Carita, Cisata, Sindangresmi, Sukaresmi, dan Cimanuk.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 16 kepala keluarga atau 64 jiwa terdampak. Kerugian materi tercatat berupa satu unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang, serta 13 unit rumah rusak ringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan penanganan darurat.
Pemerintah Provinsi Banten sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur Banten Nomor 684 Tahun 2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Akibat Hidrometeorologi di Provinsi Banten selama 90 hari, terhitung sejak 19 Desember 2025 hingga 19 Maret 2026. Hingga Rabu (21/1), kondisi di wilayah terdampak masih dalam tahap penanganan.
Bencana serupa juga terjadi di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Hujan deras berintensitas tinggi disertai angin kencang pada Selasa (20/1) pukul 15.30 WIB menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak di Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Matesih, dan Jatipuro. Sebanyak 20 kepala keluarga dan 20 unit rumah tercatat mengalami dampak.
BPBD Kabupaten Karanganyar melakukan pendataan, kaji cepat, serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/409 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Cuaca Ekstrem Tahun 2025/2026 yang berlaku sejak 23 Oktober 2025 hingga 23 Mei 2026.
Selain cuaca ekstrem, angin kencang juga melanda Kabupaten Karanganyar pada Rabu (21/1) sekitar pukul 16.30 WIB. Lokasi terdampak meliputi Desa Ngemplak, Karangpandan dan Doplang di Kecamatan Karangpandan. Sebanyak 40 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan mencapai 40 unit rumah dan 20 unit kios.
BPBD Kabupaten Karanganyar kembali melakukan kaji cepat serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Hingga Rabu (21/1), kondisi wilayah terdampak dilaporkan sudah kondusif dan terkendali, dengan pengamanan sementara oleh warga yang didampingi aparat setempat.
Sementara itu, bencana akibat angin kencang juga terjadi di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa (20/1) pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut melanda Dusun Pabundukang, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattalassang.
Sebanyak 12 warga dan 12 unit rumah terdampak dalam kejadian ini. BPBD Kabupaten Gowa telah melakukan koordinasi lintas sektor, kaji cepat, serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga. Hingga Rabu (21/1), wilayah terdampak masih dalam tahap penanganan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat masih tingginya intensitas hujan dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.






