Kande Kandea Tradisi Budaya Buton yang Masih Terjaga

Buton, JurnalSultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara bersama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi dan tujuh belas Pemda Kabupaten/Kota di Sultra, serta para tokoh adat maupun tokoh masyarakat, menggelar tradisi kande kandea di Keraton Buton, Minggu, 22 mei.

Kande kandea atau dalam bahasa indonesia makan-makan atau perjamuan, merupakan adat istiadat dan tradisi budaya yang hingga kini masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat buton
Dimana, dalam prosesi tradisi ini, para gadis atau dayang-dayang penjaga talang yang berisikan berbagai macam kudapan dan menu makanan tradisional ataupun modern, memberi makanan atau menyuap para tokoh dan tamu lainnya, yang kemudian tokoh yang disuap akan memberikan uang atau saweran kepada dayang-dayang tersebut secara sukarela.

Pejabat Sekretaris Daerah Kota Kendari Ir.Agussalim turut menikmati makanan yang disajikan dalam acara yang dulunya dipercaya dan diyakini oleh masyarakat setempat sebagai ajang pencarian jodoh, namun kini berkembang sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan membina hubungan harmonisasi antara seluruh kalangan masyarakat.

Direktur event daerah Kementrian Pariwisata, Reza Fahlevi, berharap, budaya dan tradisi kandea kandea ini harus tetap dipertahankan dan dilestarikan untuk menjadi sebuah kekuatan dan daya tarik bagi para wisatawan.

Melalui tradisi kande kandea ini, gubernur sultra berharap segala perselisihan dan kesalahpahaman yang terjadi di seluruh kalangan masyarakat dapat menjadi lebih baik sehingga dapat kembali mempererat silaturahmi serta hubungan harmonisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *