440 Usulan Prioritas dan 2139 Pokir DPRD Dihasilkan Pada Musrenbang Kota Kendari

Kendari, JurnalSultra.com – Penjabat Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023 untuk perencanaan tahun 2024, Kamis (16/3/2023).

Kegiatan yang berlangsung di ruang pola Samaturu ini diikuti sekira 200 peserta dari berbagai unsur termasuk kepala OPD camat dan lurah.

Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menjelaskan, Musrenbang RKPD ini telah melalui proses panjang dari tingkat, kelurahan, kecamatan hingga tingkat Kota Kendari. Dari tahapan itu, telah dihasilkan sebanyak 440 usulan prioritas serta 2139 usulan yang menjadi pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kota Kendari.

“Anggota DPRD kita sangat intens menyerap aspirasi masyarakat yang ada di Kota Kendari ini seluruh tahapan tersebut memiliki peran penting dan strategis dalam rangka memperoleh masukan dari berbagai stakeholder sehingga rencana kerja pemerintah daerah yang disusun mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat,” katanya.

Pj Wali Kota Kendari mengungkapkan, rencana kerja pemerintah daerah Kota Kendari tahun 2024 mengusung tema, akselerasi pembangunan infrastruktur dan daya saing ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tema tersebut selaras dengan rencana kerja pemerintah nasional tahun 2024 yang berfokus pada mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta tema rencana kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004.

Dia menambahkan, capaian target pembangunan Kota Kendari secara makro berdasarkan data statistik tahun 2022 menunjukkan hal positif di antaranya, indeks pembangunan manusia pada tahun 2021 sebesar 84,15% mengalami peningkatan pada Tahun 2022 sebesar 84,51% menduduki peringkat ke-4 nasional dan peringkat pertama di Sulawesi Tenggara.

Penurunan persentase penduduk miskin dari sebesar 4,87% tahun 2021 menjadi 4,57% di tahun 2022. Namun di sisi lain terjadi peningkatan jumlah pengangguran terbuka dari 5,19% tahun 2021 menjadi 5,23% tahun 2022 atau naik 0,4%.

“Ini warning bagi kita semua bahwa terjadi peningkatan tingkat pengangguran terbuka karena posisi Kota Kendari sebagai kota transit kota yang menjadi episentrum bagi wilayah yang ada di sekitar Kota Kendari untuk mendapatkan atau mencari pekerjaan di wilayah ini,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *