Dirut PT ANTAM Buka Pelatihan Budidaya Teripang di Kolaka, Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir

Kolaka, JurnalSultra.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka menggelar pelatihan dan pembenihan teripang bagi masyarakat pesisir Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Pelatihan yang dipusatkan di Desa Tambea tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur forkopimda, akademisi, serta masyarakat penerima manfaat. Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur Utama PT ANTAM Tbk, Letjen (Purn) TNI Untung Budiharto.

Dalam sambutannya, Untung menegaskan komitmen perusahaan untuk hadir sebagai mitra strategis masyarakat di wilayah operasionalnya. Menurutnya, PT ANTAM tidak hanya berperan sebagai perusahaan tambang, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Pada hari ini kami melaksanakan pembukaan pelatihan budidaya teripang di Desa Tambea. Ini merupakan kegiatan CSR PT ANTAM untuk memberdayakan masyarakat dalam pengembangan budidaya teripang di Kolaka. Kami berharap program ini memberikan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, teripang merupakan komoditas laut premium dengan nilai ekonomi tinggi dan memiliki pasar domestik maupun ekspor yang menjanjikan. Jika dikelola secara profesional, termasuk melalui sistem pembenihan (breeding) yang berkelanjutan, budidaya teripang diyakini mampu menjadi sumber pendapatan alternatif yang produktif bagi masyarakat pesisir.

“Teripang ini komoditas bernilai tinggi. Jika dikelola dengan disiplin dan serius, saya yakin dua tahun ke depan masyarakat bisa merasakan peningkatan ekonomi yang signifikan,” tambahnya.

Program pelatihan ini dilaksanakan melalui skema CSR bertajuk Mattirowalie: Penguatan Kapasitas Pembenihan Teripang Menuju Kesejahteraan Masyarakat. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pembenihan teripang agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tangkapan alam.

Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Ir. Sari Budi Maria, M.Biotech, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara ANTAM, pemerintah daerah, dan lembaga riset dalam mendukung budidaya teripang berbasis riset dan teknologi.

Menurutnya, karakteristik substrat dan kualitas perairan pesisir Desa Tambea sangat mendukung untuk pembesaran teripang. Selain itu, masyarakat setempat telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam usaha pembesaran teripang.

“Secara potensi, kawasan pesisir Desa Tambea sangat mendukung untuk budidaya teripang. Tahap awal memang masih mengandalkan bibit dari alam, namun pada tahap kedua ini kita fokus pada penyediaan benih secara berkelanjutan melalui fasilitas pembenihan dan pendampingan teknis,” jelasnya.

BRIN melalui pusat riset budidaya laut turut melakukan transfer teknologi guna meningkatkan produktivitas dan tingkat keberhasilan budidaya kelompok masyarakat.

Sementara itu, Asisten II Setda Kolaka Agus Salim yang mewakili Bupati Kolaka menyampaikan apresiasi atas inisiatif ANTAM dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

“Pemerintah Kabupaten Kolaka menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas program ini. Harapan kami, kesejahteraan masyarakat pembudidaya teripang dapat terus meningkat melalui kegiatan yang berkelanjutan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *