FORMULA Dukung Investasi PT Ceria di Wolo, Sebut Dampaknya Dirasakan Langsung Warga

Ketua FORMULA, Kasnuddin Arif, saat menyampaikan sikap dukungan terhadap investasi PT Ceria di Kecamatan Wolo, Kolaka.

Kolaka, JurnalSultra.com – Forum Masyarakat Ulu Wolo–Lalonggopi (FORMULA) menyatakan tetap mendukung keberadaan dan investasi PT Ceria Nugraha Indotama di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sikap itu disampaikan karena masyarakat setempat menilai aktivitas perusahaan telah memberikan dampak terhadap perekonomian, lapangan kerja, pendidikan, serta kehidupan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ketua FORMULA Kasnuddin Arif mengatakan, masyarakat Ulu Wolo dan Lalonggopi merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan aktivitas PT Ceria setiap hari. Karena itu, menurut dia, masyarakat setempat memiliki pengalaman sendiri dalam menilai keberadaan perusahaan tersebut.

“Kami masyarakat Ulu Wolo dan Lalonggopi, adalah orang-orang yang membangun rumah, membesarkan anak, dan mencari nafkah di tanah ini. Setiap pagi kami melihat langsung bagaimana PT Ceria beroperasi,” kata Kasnuddin, Kamis (10/9/2026).

Ia menyebut, masyarakat tidak hanya melihat aktivitas perusahaan, tetapi juga merasakan berbagai dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap hari kami merasakan dampaknya udara yang kami hirup, air yang kami pakai, jalan yang kami lalui, dan lapangan kerja yang menghidupi keluarga kami. Karena itu kami dari FORMULA menegaskan mendukung dan menjaga investasi PT Ceria di kampung halaman kami,” ujarnya.

Pernyataan FORMULA tersebut juga merespons munculnya sejumlah pernyataan di media yang dinilai menyudutkan PT Ceria.

Kasnuddin menilai masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah perusahaan lebih memahami kondisi sebenarnya dibandingkan pihak yang tidak berada di lokasi.

“Kami lebih berhak dan lebih tahu bagaimana Ceria di kampung kami, daripada pihak-pihak luar yang motif dan kepentingannya tidak jelas,” tegasnya.

FORMULA juga menanggapi pernyataan yang menyebut kehadiran PT Ceria merugikan pemuda Kolaka. Menurut Kasnuddin, kondisi tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang mereka temui di lapangan.

Ia mengatakan, sejumlah pemuda yang sebelumnya aktif sebagai aktivis kampus, pengurus organisasi kepemudaan hingga pegiat sosial kini bekerja di PT Ceria.

Menurutnya, para pemuda tersebut tetap menjalankan aktivitas sosial di tengah masyarakat sekaligus memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ketika ada oknum yang menyebut PT Ceria sebagai ‘korporasi ugal-ugalan’, tanpa sadar dia telah menghina kakak, adik, sahabat, dan tetangga kami,” katanya.

Di sisi lain, FORMULA menegaskan tidak mencampuri persoalan hukum yang berkaitan dengan PT Ceria, termasuk pemberitaan mengenai pengembalian dana perusahaan kepada Kejaksaan Agung.

Kasnuddin mengatakan, jika terdapat dugaan pelanggaran, proses tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Kami tidak mencampuri urusan hukum. Kami hanya berbicara tentang apa yang dilihat, dirasakan, dan kami alami sendiri sebagai masyarakat yang tinggal bersama PT Ceria,” ujarnya.

Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, penyampaian pendapat terhadap suatu persoalan, menurut dia, seharusnya didukung data dan disampaikan secara santun.

FORMULA juga membuka ruang bagi pihak-pihak yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat Kolaka untuk datang langsung ke wilayah Ulu Wolo dan Lalonggopi.

Kasnuddin mengatakan, masyarakat ingin pihak luar melihat secara langsung kondisi warga dan dampak yang dirasakan sejak keberadaan PT Ceria.

“Jika ada yang ingin menyuarakan kepentingan masyarakat Kolaka, silakan datang ke kampung kami. Duduk bersama, dengar dan lihat sendiri air bersih yang mengalir ke rumah warga, anak-anak yang bersekolah dari beasiswa, serta lihat sendiri pemuda-pemuda yang kini memiliki pekerjaan tetap,” katanya.

Menurut Kasnuddin, masyarakat tidak membutuhkan pihak yang hanya datang membawa narasi pembelaan, tetapi lebih membutuhkan mitra yang hadir dan ikut membangun daerah.

“Kami tidak butuh pahlawan yang datang dari jauh untuk membela kami. Kami butuh mitra yang hadir setiap hari membangun daerah, bukan yang hanya mencari panggung,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *