
Kolut, JurnalSultra.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lasusua selama dua jam pada Jumat malam (21/11/2025) menyebabkan Sungai Lasusua meluap dan merendam permukiman warga di dua desa, yakni Desa Watuliwu dan Desa Ponggiha. Berdasarkan laporan resmi BPBD Kolaka Utara, banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.30 Wita.
Di Desa Watuliwu, sebanyak 12 rumah warga terdampak genangan air dan lumpur. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan, termasuk talud, jembatan, dan jalan poros Lasusua. Sementara itu di Desa Ponggiha, tercatat 8 rumah ikut terendam banjir dan satu unit masjid turut tergenang. Meski kondisi cukup parah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga debit air Sungai Lasusua meningkat dalam waktu singkat. Situasi diperburuk dengan banjir kiriman yang membawa material berupa kayu, lumpur, dan sampah. Material itu memenuhi area persawahan, merusak fasilitas umum, dan menggenangi rumah-rumah warga.
Kepala BPBD Kolaka Utara, Mukramin SE, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa tim BPBD telah diterjunkan untuk melakukan penanganan cepat serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga.
“Tim kami telah mengumpulkan informasi awal sebagai dasar penanganan lanjutan. Fokus kami saat ini adalah memastikan kebutuhan mendesak seperti air bersih, logistik, dan pembersihan wilayah dapat segera dipenuhi,” ujarnya.
Mukramin juga meminta masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan lebat masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi bencana, khususnya banjir dan tanah longsor, karena curah hujan masih cukup tinggi,” tambahnya.
Dalam laporan awalnya, BPBD merinci sejumlah kebutuhan mendesak di dua desa terdampak, seperti penyediaan air bersih melalui mobil pemadam kebakaran, material perbaikan darurat, mobilisasi persampahan, pembersihan sumur, serta bantuan logistik untuk warga.







