Ratusan Warga Hadiri REHAT ke-6 di Babarina, Kolaborasi PA Ceria dan Majelis Taklim

Wolo, JurnalSultra.com – Ratusan warga menghadiri kegiatan REHAT ke-6 (Refleksi, Hikmah & Tauhid) yang digelar melalui kolaborasi PA Ceria Wolo bersama Majelis Taklim Muara Lapao-pao di Masjid Raya Babarina, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan rutin masyarakat lingkar tambang yang didukung PT Ceria Nugraha Indotama tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Mengusung tema “Keluarga sebagai Madrasah Pertama Generasi Unggul,” kegiatan ini menghadirkan Ustadz Abdul Basit sebagai penceramah utama.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Basit menekankan pentingnya sumber penghasilan yang halal sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga yang sakinah dan melahirkan generasi unggul.
“Kebahagiaan keluarga sangat ditentukan dari bagaimana kita memperoleh dan mengelola rezeki. Generasi unggul tidak akan lahir jika sumbernya tidak halal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak, di mana nilai kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, serta akhlak mulia mulai dibentuk sejak dini.

Kepala Desa Muara Lapao-pao, Abdullah, menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan terhadap masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan perusahaan, H. Atto Sakmiwata, atas kepedulian terhadap warga.

“Kami bersyukur kehadiran perusahaan telah banyak membantu masyarakat. Ini bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, Senior External Liaison PT Ceria, Parmin Dasir, menegaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kesamaan nilai antara masyarakat dan perusahaan.

Menurutnya, PA Ceria merupakan bagian dari masyarakat lokal yang diberi ruang untuk berperan aktif dalam pembangunan sosial di wilayah lingkar tambang.

Koordinator PA Ceria Wolo, Ihwan Kadir, menjelaskan bahwa REHAT ke-6 merupakan bagian dari program berkelanjutan yang akan terus diperluas jangkauannya.

“Program ini merupakan putaran pertama yang mencakup empat desa dan dua kelurahan. Ke depan, kegiatan akan berlanjut ke putaran berikutnya dengan cakupan yang lebih luas,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan tausiyah, doa bersama, serta silaturahmi yang memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga pada pembinaan moral, spiritual, dan ketahanan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *