DPD Wahdah Islamiyah Kolaka Gelar Pelatihan dan Upgrading Pengajar Al Quran Metode Dirosa

Ketua DPD WI Kolaka, Ust. Abd. Basith S.Pd (Foto: Wahdah Islamiyah Kolaka)

Kolaka, JurnalSultra.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kolaka sukses menggelar kegiatan Pelatihan dan Upgrading Pengajar Al Quran Metode Dirosa pada Sabtu – Ahad, 21 – 22 Januari 2022 di Gedung SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Departemen Khidmatul Quran Wahdah Islamiyah Kolaka dengan tujuan untuk mencetak Generasi Pengajar al Quran yang siap membina halaqah-halaqah quran orang dewasa terkhusus di daerah Kab. Kolaka dengan menggunakan metode dirosa.

Dalam momen tersebut, Ketua DPD WI Kolaka, Ust. Abd. Basith S.Pd turut hadir memberikan sambutan serta motivasi kepada para peserta.

“Jihad kita hari ini bukan dengan berperang namun jihad kita hari ini adalah salah satunya dengan mengajarkan Al-Quran,” tegasnya.

Senada dengan Ketua DPD, Ketua Dep. Khidmatul Quran, Ust. Muhammad Ikramullah, S.H mengajak para peserta untuk bersemangat menjadi pengajar al quran.

“Sebisa mungkin mengajar Al Quran ini kita jadikan prinsip untuk jalan mudah kita dalam menuju surga,” harapnya.

Kegiatan pelatihan dipandu oleh Ust. Syamsuddin, S.Pd., M.Hum yang merupakan salah satu Trainer Nasional Pengajar Dirosa. Ia memaparkan tentang metodologi mengajar dirosa sesuai dengan standar yang ditetapkan DPP Wahdah Islamiyah.

Sementara itu, Abu Muadz sapaan akrabnya, nampak begitu bersemangat berbagi ilmu dan berharap setelah kegiatan tersebut akan banyak kelompok belajar Al Qur’an yang terbentuk.

Pihaknya juga menganjurkan kepada para peserta untuk mengikuti coaching lanjutan untuk menjadi pengajar yang lebih profesional lagi.

Salah seorang peserta, Arman Husain, dalam kegiatan tersebut menyampaikan terima kasihnya atas pelatihan yang dia ikuti.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada panitia atau penyelenggara kegitan pelatihan ini. Selain menambah wawasan kami tentang al quran juga, memberikan pengetahuan atau metode dalam mengajar dengan sistem klasikal yang telah teruji selama belasan tahun,” tuturnya.

“Semoga hasil pelatihan ini bisa kami praktekkan sesuai dengan sistemnya,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar